Rabu, 18 Mei 2011

love bird


1.        SI BULU INDAH
Lovebird burung yang unik.setia dengan pasangan adalah salah satu ciri khasnya sehingga tak heran burung ini dijadikan sebagai lambang cinta. Melalui proses kawin silang, muncul berbagai variasi warna lovebird yang sangat menarik, seperti kuning terang, pastel bahkan putih sama sekali. Tingkat kecerdasan yang tinggi, mudah beradaptasi, serta perawatan yang mudah merupakan beberapa faktor yang dijadikan alasan mengapa banyak orang yang menggemari lovebird untuk dipelihara.
A.       Sebagai Hobi
Memelihara burung merupakan sebuah kesenangan tersendiri bagi penggemarnya. Para penggemar rela menghabiskan waktu berjam – jam hanya untuk merawat dan menikmati keindahan burung peliharaannya. Selain burung kicauan, burung berbulu indah juga tidak kalah banyak penggemarnya. Lovebird bisa dijadikan contoh.
Proses perkawinan yang lama serta kesetiaan dengan pasangan mungkin menjadi alasan utama orang memberi nama lovebird kepada burung ini.
Burung ini mudah diternak. Pakan yang cukup, lingkungan yang nyaman bagi burung tersebut, dan pasangan yang sesuai merupakan hal perlu mendapat perhatian khusus bila ingin memeliharanya.
Jika sering bersentuhan dan berinteraksi dengan manusia, lvebird bisa jinak. Seperti halnya keluarga burung berparuh bengkok lain. Lovebird adalah burung yang cukup cerdas dan dapat mengenali banyak hal di sekitarnya.
Lovebird pada awalnya hanya berfungsi sebagai burung hias saja. Burung ini oleh sebagian orang dijadikan simbol kerukunan berpasangan. Burung ini terkenal dengan bentuknya yang lucu dan warna – warna bulu yang sangat menawan. Lovebird juga burung yang cukup cerewet. Hal ini terjadi karena burung ini sensitif terhadap suara tinggi yang ada disekitarnya.



B.        Seputar Lovebird
Lovebird memiliki ukuran antara 13 – 17 cm dan berat antara 40 – 60 gram. Lovebird adalah burung berparuh bengkok terkecil didunia. Burung ini umumnya berwarna hijau dengan variasi warna pada tubuh bagian atas tergantung dari jenisnya. Lovebird dapat hidup dalam jangka waktu yang cukup lama , yaitu antara 10 – 15 tahun.
Umumnya lovebird memiliki sifat mudah menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan, suka berteriak, bertarung, berani mudah naik, bisa dijinakkan, tidak mudah stres, menyenangi lingkungan yang sejuk, suka mandi, dan hidup berkelompok. Akan tetapi, jangan salah sangka dengan burung ini. Sekalipun disebut sebagai “ burung cinta “ yang melambangkan kedamaian dan harmoni dalam kenyataannya burung ini bisa sangat buas terhadap burung lain, terutama ketika ada pendatang baru yang masuk ke wilayah atau sangkarnya.
Dihabitat aslinya, biasanya lovebird hidup secara berkelompok. Mereka setia dengan pasangan dan lebih mengutamakan pasangan dari pada kelompoknya sendiri. Sering terlihat juga bagaimana lovebird selalu berdekatan dan bermesra – mesraan dengan pasangannya di setiap waktu. Saling menyuapi saat makan juga menjadi keunikan tersendiri bagi burung ini.
Pakan utama lovebird berupa biji-bijian, tetapi ada juga species lovebird yang memakan serangga sebagai selingan, yaitu abyssinian lovebird. Lovebird sangat menyukai air. Oleh karena itu, mereka biasanya tinggal di daerah – daerah yang dekat dengan air. Mereka suka mandi. Selain hanya untuk sekedar bermain – main, aktivitas mandi ini sangat berguna untuk menjaga suhu dan kelembapan tubuh mereka. Di alam bebas lovebird bisa sangat kuat, cepat, serta memiliki kemampuan manuver terbang luar biasa dengan sayapnya yang kecil dan melingkar. Saat akan bertelur, lovebird bisa membuat sarang dimana saja, dari puncak pohon yang tinggi, di pohon yang berlubang di dinding – dinding batu, hingga menempati bekas sarang burung lain.
Arsitek sarang yang paling luar biasa adalah lovebird jenis fischer dan masked. Dua spesies lovebird ini dapat membuat sarang yang besar. Sarang tersebut memiliki dua ruang utama : sebuah ruangan besar lengkap dengan pintu masuknya dan sebuah ruang lagi sebagai tempat bertelur dan membesarkan anak. Sepasang fischer dan masked biasanya membutuhkan waktu antara 10 – 30 hari untuk membangun sarang ini. Waktu penyelesaiannya tergantung  pada ketersediaan bahan baku sarang di alam.
C.       Jenis – Jenis
Lovebird merupakan nama umum untuk sembilan species burung yang berasal dari genus Agarponis, dari ordo Psittaciformes ( burung berparuh bengkok ). Delapan dari sembilan species ini berasal dari daratan Afrika dan sisinya berasal dari pulau Madagaskar.
Masing – masing Lovebid tersebut memang memiliki bentuk fisik yang hampir sama, tetapi masing – mamsing memiliki karakter khusus yang berbeda. Karakter khusus ini bisa berupa warna bulu maupun tingkah laku.








v  Lovebird leher kuning
Lovebird leher kuning atau dalam bahasa ilmiah disebut Agarponis personata berukuran sekitar 14 cm. lovebird jenis ini disebut juga masked lovebird atau yellow collared lovebird. Burung ini memiliki ciri khusus : tubuh berwarna hijau, kepala hitam, leher kuning, paruh merah, dan lingkaran mata berwarna putih. Lovebird leher kuning berasal dari daerah Tanzania Utara, Burundi dan Kenya.
Lovebird leher kuning atau masked lovebird ini memiliki jangkauan terbang yang tidak terlalu jauh. Lovebird leher kuning mampu terbang hingga ketinggian 1.650 meter. Mereka bisa hidup dimana saja dari padang rumput hingga pegunungan.
v  Fischer Lovebird
Fisher lovebird atau dalam bahasa ilmiah disebut Agarponis fischeri berukuran 14 cm. Tubuh berwarna hijau dengan semburat kuning – oranye di bagian leher, paruh merah, serta lingkaran mata putih. Burung ini berasal dari Tanzania utara.
v  Lilian lovebird
Lilian lovebird yang dalam bahasa ilmiah disebut Agarponis lilianae berukuran sekitar 13 cm. Burung in sering juga nyasa lovebird. Tubuh berwarna hijau, kepala oranye, paruh merah, serta lingkaran mata berwarna putih. Lilian lovebird mampu terbang hingga 1.900 meter. Kelompok – kelompok kecil lovebird spesies ini sering ditemui di beberapa pegunungan di Malawi.
v  Lovebird Muka Hitam
Lovebird muka hitam yang dalam bahasa ilmiah disebut Agarponis nigregenis berukuran sekitar 14 cm. burung ini disebut juga black cheeked lovebird. Tubuh berwarna hijau, muka kecoklatan – hitam, paruh merah dengan pangkal paruh keputihan, dan lingkar mata berwarma putih. Lovebird ini berasal dari Zambia.
v  Lovebird mawar
Lovebird mawar dalam bahasa ilmiah disebut Agarponis roseicollis. Lovebird jenis ini disebut peach – faced lovebird atau rosy – faced lovebird. Burung ini berukuran sekitar 15 cm. tubuh berwarna hijau, muka orange, ada semburat biru di bagian belakang, serta paruh yang berwarna putih pucat.
Di alam liar, lovebird mawar tinggal di daerah daerah pegunungan. Ia mampu terbang hingga ketinggian sekitar 1.500 meter. Kelompok – kelompok kecil lovebird spesies ini sering ditemui di beberapa pegunungan di Namibia, Afrika Selatan dan Angola.
v  Abyssinian Lovebird
Abyssinian lovebird dalam bahasa ilmiah disebut Agarponis taranta. Lovebird jenis ini disebut juga black – winged lovebird ini berukuran 17 cm. Tubuh berwarna hijau, paruh merah, beberapa bulu sayap berwarna hitam. Pada burung jantan, terdapat warna merah di dahinya, sedangkan betina seluruh kepalanya berwarna hijau. Selain makan biji – bijian, abyssinian lovebird juga suka memakan serangga. Black – winged lovebird berasal dari Etopia
Abyssianian lovebird sering terlihat terbang di dalam kelompok – kelompok kecil ( sekitar 4 – 20 burung ). Kemampuan terbang Abyssinian lovebird, yaitu mampu terbang hingga 3.000 meter.
v  Lovebird kepala merah
Lovebird kepala merah yang dalam bahasa ilmiah disebut Agarponis pullarius. Lovebird jenis ini memiliki nama lain red – headed lovebird atau red – faced lovebird. Lovebird jenis ini berukuran sekitar 15 cm. tubuh berwarna hijau dengan wajah berwarna merah. Warna merah ini tampak lebih gelap pada burung betina. Red faced lovebird berasal dari Afrika Tengah.
Lovebird jenis ini adalah yang paling banyak ditemui di alam bebas. Berbeda dengan jenis lain, lovebird jenis ini adalah “ pejalan kaki terbaik “ dibandingkan dengan lovebird jenis – jenis yang lain.
v  Lovebird kepala abu – abu
Lovebird kepala abu – abu atau yang dalam bahasa ilmiah disebut Agarponis canus. Lovebird jenis ini berukuran sekitar 13 cm. lovebird kepala abu – abu sering disebut juga grey – headed lovebird atau madagascar lovebird. Tubuh berwarna hijau, serta hijau tua pada tubuh bagian belakang, dengan peruh berwarna putih pucat. Pada burung jantan bagian kepalanya berwarna abu – abu. Sedangkan pada burung betina berwarna hijau. Lovebird kepala abu – abu atau madagascar lovebird ini berasal dari Madagaskar.
v  Love bird leher hitam
Lovebird leher hitam dalam bahasa ilmiah disebut Agarponis swindernianus berukuran sekitar 13,5 cm. Sering kali juga black collared lovebird atau swindern’s lovebird. Tubuh berwarna hijau, terdapat warna kecokelatan di bagian leher, sedikit warna hitam pada leher belakang, serta paruh berwarna abu – abu tua atau hitam. Lovebird leher hitam hanya may makan buah ara saja, sehingga lovebird jenis ini sangat sulit dipelihara. Black collared lovebird berasal dari Afrika Tengah.
Lovebird leher hitam adalah salah satu lovebird liar yang paling sulit untuk diteliti karena sangat jarang ditemui. Mereka hidup dalam kelompok – kelompok kecil, yaitu sekitar 12 ekor burung dan hidup di pucuk – pucuk pohon tinggi serta jarang sekali turun ke tanah.
Secara umum sembilan jenis lovebird tersebut dikelompokkan menjadi tiga : ( a ) lovebird yang dapat dibedakan jenis kelaminnya yaitu lovebird kepala abu – abu dan lovebird kepala merah, ( b ) lovebird mawar, dan ( c ) lovebird dengan cincin dimata, yaitu leher kuning, fischer lovebird, lilian lovebird dan lovebird leher hitam. Kelompok yang ketiga inilah yang paling banyak diminati untuk dipelihara.
Akibat dari penangkaran dan perkawinan silang pada lovebird, saat ini sudah banyak variasi warna bulu pada lovebird. Meskipun demikian, lovebird dengan species asli jarang terdapat di pasaran. Beberapa variasi warna lovebird yang cukup terkenal antara lain aqua atau dutch blue, turquise atau white faced blue, aquaturquise atau seagreen, pied, kepala oranye, dilute, edged dilute, american yellow, silver, american silver atau american hite, ino, atau creamino, cinnamon atau america cinnamon, pallid atau australian cinnamon, opaline atau roseheaded, pale fallow, bronze fallow, pale headed, violet factor, dark factor dan lain sebagainya.

2.        PERLENGKAPAN TERNAK
Setiap jenis burung memiliki karakteristik yang berbeda dengan jenis burung yang lain. Hal ini tentunya menuntut alat – alat  pemeliharaan yang berbeda. Setiap perlengkapan pemeliharaan burung selalu disesuaikan dengan bentuk fisik dan tingkah laku burung tersebut. Demikian pula lovebird. Burung cinta yang memiliki perlengkapan ternak yang berbeda dengan burung – burung berkicau biasa.

A.       Kandang
Lovebird adalah salah satu burung yang cukup lincah, suka bermain – main dan suka berterbangan kesana kemari. Maka dari itu, diusahakan agar kandang lovebird memiliki ruang yang cukup luas, yaitu minimal dua kali panjang rentang sayapnya. Selain itu, lovebird cenderung terbang ke arah horizontal dari pada vertikal. Oleh karena itu, diusahakan kandang lovebird tersebut lebih memanjang ke samping daripada memanjang ke atas.
Ukuran kandang minimum untuk sepasang lovebird adalah panjang 80 cm, lebar 40 cm, dan tinggi 40 cm. kandang ukuran ini juga sudah cukup untuk dijadikan sebagai kandang penangkaran bagi sepasang lovebird.
Jika ingin memeihara banyak lovebird sekaligus dalam satu kandang, tentunya dibutuhkan kandang yang lebih besar lagi. Pastikan ukuran kandang ini tidak terlalu sempit bagi lovebird. Setiap lovebird rata – rata membutuhkan ruangan sebesar 0,12 m3. Sebagian perkiraan kandang dengan panjang 2 m, lebar 1 m, dan tinggi 1,5 m cukup untuk sekitar 5 pasang lovebird.
Lovebird dikenal sebagai burung yang suka mengerat dan memiliki paruh yang cukup tajam. Maka dari itu, diusahakan jeruji kandang terbuat dari kawat maupun besi. Jeruji yang terbuat dari kayu maupun bambu akan mudah dirusak oleh lovebird. Selain itu, rasa ingin tahu yang besar dari burung ini cenderung membuat lovebird mengerati benda – benda di sekitarnya termasuk jeruji kandang.
Selain itu, jeruji kandang yang terbuat dari kawat atau besi juga lebih aman dari serangan hewan – hewan pemangsa seperti tikus maupun kucing. Jarak antar jeruji sekitar 1 atau 2 cm.
Letakkan kandang ini minimal sekitar 1m dari tanah. Hal ini akan membuat lovebird merasa nyaman karena di alam bebas lovebird lebih sering hidup di atas pohon daripada di permukaan bumi. Selain itu, letakkan kandang pada tempat yang teduh tetapi tteap terkena cahaya matahari langsung pada saat – saat tretentu. Misalnya pagi hari. Hal ini berguna untuk menjaga kelembapan udara di dalam kandang.
Lovebird membutuhkan sinar matahari untuk menjaga kondisi tubuhnya. Oleh karena itu, jika diletakkan  dalam rumah, diusahakan kandang dapat dipindah – pindah setiap saat. Hal ini bertujuan agar memudahkan penjemuran lovebird yang berada di dalam kandang tersebut. Lovebird ini sebaiknya mendapatkan sinar matahari langsung sekitar dua jam setiap hari.
Jika diletakkan di luar rumah, pastikan kandang tersebut memiliki atap penutup. Atap ini berguna sebagai pelindung dari sinar matahari yang berlebihan dan juga dari terpaan air sewaktu hujan. Usahakan atap ini terbuat dari bahan pelindung seperti kayu, sabut kelapa, asbes, maupun genteng tanah. Hindari penutup kandang yang berasal seng karena dapat menyebabkan suhu kandang menjadi terlalu panas.
B.        Glodok
Glodok adalah sebuah kotak berlubang yang berguna sebagai tempat burung bertelur dan merawat anak. Glodok untuk lovebird terbuat dari papan kayu dengan ketebalan 2 cm.
Glodok dibuat dengan ukuran panjang 20cm, lebar 10 cm, dan tinggi 25 cm.
Sebagai alas telur dalam glodok tersebut bisa ditambahkan potongan – potongan rumput kering atau kulit jagung kering.
C.       Wadah Pakan dan Air Minum
Diusahakan wadah pakan untuk lovebird terbuat dari bahan – bahan keras yang tidak mudah mengelupas atau rusak, misalnya plastik kerasm kaca, maupun logam. Penggunaan wadah pakan yang terbuat dari bahan lembek seperti plastik lunak maupun karet agar dihindari. Wadah pakan ini akan menarik perhatian lovebird sehingga akan terdorong untuk menggigit dan mengunyahnya.
Lovebird adalah burung yang suka mandi. Maka dari itu, siapkan wadah yang cukup lebar sebagai sarana minum dan mandi bagi lovebird. Usahakan wadah tersebut memiliki diameter lebih dari 2- cm. seperti halnya wadah pakan, diusahakan bahan wadah air ini terbuat dari bahan keras, tetapi bukan dari logam yang mudah berkarat karena tempat ini akan terus menerus diisi air.
D.       Lain – Lain
Selain beberapa perlengkapan utama diatasm ada beberapa perlengkapan tambahan lain yang bisa disediakan. Salah satunya adalah ktak penyuapan. Kotak penyuapan adalah sebuah tempat yang digunakan untuk merawat dan menyuapi anak – anak lovebird saat induk tidak mau merawanya. Dalam beberapa kasus sering terjadi kedua induk lovebird tidak mau merawat anak – anaknya. Pada saat inilah kotak penyuapan ini dibutuhkan.
Kotak penyuapan biasanya terbuat dari papan kayu setebal 1 – 2 cm dengan ventilasi di dua sisinya. Kotak ini memiliki panjang, lebar dan tinggi yang sama yaitu 40 cm. didalam kotak ini, selanjutnya dipasang lampu berdaya  5 watt. Lovebird adalah burung yang kreatif dan suka bermain – main. Oleh karena itu, sebaiknya berbagai mainan juga turut disediakan. Lovebird yang memiliki kesempatan bermain akan jarang terkena stress.
Coba letakkan cermin di dalam kandang lovebird maka anda akan dibuat kagum bagaimana lovebird tersebut mulai bertingkah di depan cermin. Bukan merasa bertemu musuh, tetapi akan benar – benar bercermin seperti layaknya manusia. Ia akan menggerak – gerakkan badan dan sayapnya untuk bersolek di depan cermin.
Beberapa mainan yang dapat digunakan untuk lovebird antara lain, kelereng besar, ayunan, tangga, dan roda berputar seperti yang biasa digunakan untuk hamster. Pada dasarnya anda bebas memilih mainan apa saja yang akan diberikan lovebird. Akan tetapi, jangan gunakan berbagai mainan yang terlalu kecil atau terbuat dari bahan lunak. Paruh lovebird sangat tajam sehingga bukannya tidak mungkin jika mainan – mainan tersebut rusak digigit. Lebih bahaya lagi jika ada yang ditelan.



3.        PAKAN
Di alam liar, jenis makanan yang dikonsumsi lovebird antara lain adalah biji – bijian, buah – buahan, dan sayuran. Pada saat – saat tertentu lovebird juga menyukai beberapa variasi makanan, seperti  serangga dan ulat. Maka dari itu, pakan yang akan digunakan untuk memelihara lovebird di kandang juga harus disesuaikan dengan kebiasaan di habitat aslinya. Pakan untuk lovebird meliputi pakan utama, pakan tambahan dan mineral.
A.       Pakan Utama
Dialam bebas, pakan utama lovebird berupa biji-bijian. Biji-bijian ini berguna untuk melengkapi kebutuhan karbohidrat sebagai sumber tenga utama bagi lovebird.
Pemberian pakan utama sebagai makanan pokok lovebird perlu dilakukan bisa hendak ditangkarkan atau dipelihara. Pakan utama yang biasa diberikan pada burung ini berupa gabah dan milet.
Pemberian pakan berupa campuran antara milet dengan gabah untuk pakan lovebird dapat dibuat dengan perbandingan 1 : 1. Ditambah lagi, pemberian pakan berupa Canary seed juga bisa dilakukan karena memiliki nutrisi yang lebih bervariasi. Selain itu, pemberian pakan berupa biji bunga matahari, biji fumayin, biji kedelai, biji kacang merah, dan biji kacang hijau dapat dilakukan karena digemari oleh burung ini.
B.        Pakan Tambahan
Agar kebutuhan akan vitamin, protein, suhu tubuh tteap stabil, dan sistem metabolisme tetap bekerja normal, lovebird tidak hanya makan biji – bijian saja. Burung inu juga perlu makan buah – buahan dan sayuran segar.
1)       Buah – buahan
Berpijak dari perilaku lovebird di alam liar yang juga makan buah – buahan. Pemberian pakan buah – buahan pada lovebird yang ditangkarkan atau dipelihara juga perlu dilakukan. Pemberian pakan tambahan berupa buah – buahan pada burung ini dilakukan secara berkala. Jenis buah yang biasa dijadikan akan untuk lovebird ialah pisang dan papaya. Beberapa jenis buah lain yang bisa diberikan pada lovebird diantaranya anggur, mangga, dan melon. Buah – buahan ini bisa disajikan dengan porsi 2 – 3 kali seminggu. Buah – buahan ini berfungsi sebagai penambah nutrisi bagi lovebird.
Harus diketahui bahwa tidak semua buh baik untuk lovebird. Ada beberapa jenis buah yang justru beracun bagi burung ini antara lain alpukat, cokelat, dan buah kopi. Jika berniat memberi apel, jeruk atau buah – buahan berbiji lain, sebaiknya dibuang bijinya terlebih dahulu karema beracun bagi lovebird.
2)       Sayuran Segar
Lovebird membutuhkan sayuran segar sebagai makanan pokok. Beberapa jenis sayuran yang bisa sayuran dipakai : brokoli, bayam, sawi, kangkung, jagung, mentimun, wortel, dan tomat. Sayuran – sayuran diberikan ini secara bergantian 2 – 3 kali seminggu. Hal ini dimaksudkan agar lovebird mendapatkan variasi nutrisi dari sayuran – sayuran tersebut.
Khusus untuk bayam dan kangkung,sebaiknya hilangkan dulu tangkainya kemudian hanya daun saja yang dipakankan.
C.       Mineral
Mineral bisa dikatakan sebagai nutrisi tambahan. Nutrisi tambahan ini berguna untuk menjaga kesehatan atau sebagai penambah tenaga pada saat tertentu, misalnya saat mulai kawin.
1)       Asinan
Asinan berguna untuk memperlancar pencernaan serta mencukupi kebutuhan kalsium bagi loveird. Asinan yang biasa digunakan ialah tulang cumi. Dibeberapa peternakan, ada juga yang menggunakan batu bata atau pasir sebagai asinan untuk lovebird
Selain untuk memperlancar pencernaan, asinan dari tulang cumi juga memiliki kandungan kalsium yang tinggi. Kalsium ini sangat berguna saat proses pembentukan cangkang telur ketika lovebird mulai bertelur.


2)       Vitamin dan Nutrisi buatan
Peternak bisa menambah beberapa makanan lain untuk lovebird, diantaranya susu segar. Susu segar ini bisa diberikan pada lovebird seminggu sekali.
Jika perlu, multivitamin khusus burung juga bisa dipakai. Saat ini banyak multivitamin burung yang beredar di pasaran. Sebaiknya diusahakan untuk memilih multivitamin khusus untuk burung – burung kecil. Multivitamin ini cukup diberikan kepada lovebird satu minggu sekali atau sesuai dengan yang cercantum di kemasannya.

4.        PENANGKARAN
Lovebird adalah burung yang memiliki tingkat berahi tinggi, tetapi bukan berarti burung ini mudah dibiakkan. Salah satu tahap yang paling sulit adalah saat menjodohkan. Selain itu, tahap – tahap pengemaran telur, penetasan, dan perawatan anak juga membutuhkan perhatian yang cukup intensif.
A.       Perawatan Umum
Kunci keberhasilan perawatan hewan peliharaan terletak pada cara merawat yang rutin dan konsisten. Perawatan harian untuk burung lovebird sebenarnya relatif sama dengan burung lainnya.
Pakan yang diberikan pada hari ini diusahakan selalu habis pada hari ini juga. Jangan memberikannya terlalu bantak karena akhirnya sisa pakan itu akan menjadi sarang kuman yang berbahaya bagi lovebird. Pakan dan air dikontrol dua kali sehari pada pagi dan sore.
Wadah pakan dan air tersebut diusahakan untuk selalu dibersihkan setiap hari. Jangan biarkan adakerak atau kotoran menempel pada wadah tersebut. Karena lovebird suka mandi maka air minum ini sebaiknya diganti setiap hari. Air kotor yang ikut terminum lovebird bisa memunculkan berbagai masalah.
Kandang sebaiknya dibersihkan secara rutin tiaphari. Hal ini dimaksudkan agar kotoran dan sisa – sisa makanan tidak mengendap dan mengerak. Hal – hal ini dapat mengakibatkan tumbuhnya bakteri dan dapat menimbulkan penyakit pada lovebird.
Lovebird adalah burung yang cerdas sekaligus lucu. Badut kecil ini sanga suka bermain – main. Oleh karena itu, sebaiknya disiapkan pula berbagai sarana yang sekiranya bisa digunakan sebagai permainan. Hal ini berguna untuk mengurangi dan mencegah stres.
Secara fisik lovebird adalah burung yang memiliki fisik yang kuat dan mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya sehingga tidak perlu ada perawatan khusus mengenai suhu dan kelembapan udara. Akan tetapi udara didalam kandang dijaga agar tetap bersuhu normal, beragin, serta sesekali terkena sinar matahari.
B.        Pengadaan Induk
Lovebird saat ini mudah didapatkan dipasar bebas. Kita akan mudah menemui lovebird di berbagai tempat penjualan burung, seperti pasar hewan atau pet shop. Perhatikan dan telitilah lovebird sebelum membeli agar tidak menyesal di kemudian hari. Lebih baik jika lovebird tersebut langsung dibeli dari peternak. Selain lebih murah, tentunya akan lebih banyak pilihan.
Secara perilaku lovebird yang baik biasanya ditandai dengan tingkah yang lincah dan suka mengoceh. Lovebird yang terlihat pendiam bahkan terkesan mengantuk bisa dicurigai sedang mengalami masalah kesehatan. Selain itu, perhatikan pula bentuk fisiknya. Lovebird yang sehat memiliki mata cerah,bulu lengkap dan mengilat, hidup kering, serta tidak ada luka sama sekali di tubuhnya.
Jika ingin mengembangbiakkan, dipilih lovebird yang masih muda, belum berjodohm serta sdah lepas dari perawatan induknya atau sudah berumur 4 – 7 bulan.
Pada dasarnya, lovebird adalah hewan sosial maka diusahakan untuk tidak membeli satu ekor saja, melainkan satu pasang. Jika ingin diternakkan, diusahakan untuk membelinya lebih dari satu pasang. Hal ini untuk menghindari ketidakcocokan saat lovebird mulai dijodohkan. Lovebird yang sendirian tanpa kehadiran burung lain cenderung mudah stres dan akhirnya jatuh sakit. Lovebird yang baru saja dibeli harus mendapatkan beberapa perawatan khusus. Jika sudah memiliki lovebird sebelumnya, jangan langsung mencampurkan lovebird baru tersebut ke dalam kandang. Lovebird baru akan cenderung diserang oleh lovebird lama karena dianggap telah memasuki wilayahnya.
Lebih baik jika lovebird baru tersebut diisolasi dulu selama 30 hari. Hal ini sangat penting agar lovebird tersebut dapat beradaptasi dengan lingkungan barunya. Buatlah lovebird baru tersebut nyaman dengan lingkungan barunya. Sebaiknya dihindarkan dari berbagai suatu bising. Diusahakan suhu kandang selalu stabil serta ventilasi lancar. Perlu diperhatikan pula bau – bauan disekitar kandang. Usahakan lingkungan kandang terbebas dari bau yang asing, seperti bau pestisida, minyak wangi maupun bensin.
Selain itu, jangan sediakan asinan atau pasir pda 10 – 15 hari pertama. Lovebird yang berada dalam keadaan stres bisa makan secara berlebihan. Terlalu banyak memakan materi – materi tersebut justru bisa membahayakan kesehatan lovebird itu sendiri. Jika ingin mencampurkan lovebird baru tersebut dengan kumpulan lovebird lama dalam satu kandang, letakkanlah dulu kandang lovebird baru itu disampingg kandang lovebird lama sekitar satu minggu. Hal ini berguna agar lovebird lama menjadi terbiasa dengan lovebird baru tersebut, sehingga lovebird baru tersebut tidak diserang saat dicampurkan ke dalam satu kandang dengan lovebird lama.
C.       Jenis Kelamin
Jenis lovebird yang biasa dipelihara saat ini ialah fisher lovebird, lovebird mawar, dan lovebird leher kuning. Masing – masing jenis lovebird tersebut bersifat not – sexually dimorphic. Artinya, antara jantan dan betina memiliki bentuk fisik yang sama. Oleh karena itu, butuh teknik khusus dan pengalaman untuk membedakan antara lovebird jantan dan betina.
Secara umum, lovebird betina berbadan sedikit lebih besar dari pejantan. Cara yang paling mudah untuk mendeteksi jenis kelamin adalah dengan meraba kedua capit udang yang terletak di bawah duburnya. Jika keras, rapat dan lancip, biasanya jantan. Burung betina capit udangnya lembek, lebar, dan tumpul. Ciri lain adalah, lovebird betina jika sudah berahu sering mengumpulkan bahan sarang dan diselipkan diantara kedua sayapnya sebelum dibawa kedalam kotak sarang. Lovebird bisa dibiakkan setelah memasuki umur diatas tujuh bulan. Untuk menghindari penipuan masalah umur, lebih baik jika induk dibeli dari peternak atau penjual yang sudah benar – benar dikenal.
Membedakan lovebird muda dan dewasa bagi orang awam memang sulit. Ciri – ciri fisik lovebird  muda dan tua biasanya serupa. Akan tetapi, jika cukup berpengalaman, sebenarnya mudah untuk membedakan lovebird muda dan dewasa. Secara umum, tingkat kedewasaan lovebird dapat dilihat dari paruh, kuku kaki, dan warna bulu.
Lovebird muda biasanya pada paruh terdapat semburat hitam. Jika sudah dewasa, paruh biasanya berwarna terang atau cerah. Ada juga lovebird dewasa yang paruhnya berwarna merah tua atau merah. Kuku kaki lovebird muda terlihat putih. Sedangkan yang tua berwarna relatif keruh atau kotor. Warna bulu lovebird muda biasanya juga belum secerah warna bulu dewasa.
Pastikan pula lovebird yang akan dipilih ntuk menjadi induk adalah lovebird yang baik. Beberapa ciri lovebird yang pantas untuk dijadikan induk ialah sehat dan belum pernah sakit, berbulu bagus, tidak kurus atau terlalu gemuk, mata bening dan terang, serta hidung bersih dan tidak berair.
D.       Penjodohan
Lovebird adalah salah sau jenis burung yang setia dengan pasangannya. Burung ini hanya mau kawin pada satu pasangan saja. Ini berlaku sampai mereka mati. Maka dari itu, perlu ada penanganan khusus untuk menjodohkan lovebird.
Untuk menjodohkan lovebird, letakkan masing – masing jantan betina di sangkar terpisah dan dekatkan kedua sangkar tersebut. Kalau mereka selalu berdekatan maka kemungkinan besar sudah berjodoh. Proses ini biasanya memakan waktu 3 – 7 hari. Proses penjodohan ini bisa sangat cepat bila dilakukan saat masing – masing lovebird tersebut sudah memasuki masa berahi.
Masa berahi ini ditandai dengan perilaku – perilaku tertentu, seperti sering berkicau serta melakukan aktivitas – aktivitas birahi, yaitu jantan berusaha mengawini benda – benda didekatnya, sedangkan merunduk sembari membuka sayap dengan ekor bergerak naik turun. Jika jantan dan betina tersebut sudah berjodoh, kumpulkan keduanya dalam sebuah sangkar penangkaran. Ada hal yang harus diingat : jika setelah dikumpulkan dalam satu kandang ternyata tidak mau kawin atau selalu kejar – kejaran maka dipastikan penjodohan ini telah gagal. Cobalah untuk mengulangi lagi proses ini dengan menukar salah satunya dengan lovebird yang lain. Ada juga kejadian unik, yaitu pasangan tersebut cerai. Hal ini biasanya terjadi karena kondisi kandang yang kurang nyaman, stres, maupun perebutan makanan.
Alternatif lain untuk penjodohan adalah dengan mengumpulkan banyak lovebird sekaligus disebuah kandang yang besar. Paling tidak harus ada lima pasang lovebird dalam kandang tersebut. Satu hal yang harus diingat pula bahwa lovebird tidak mengenal poligami atau poliandri seperti layaknya bangsa burung yang lain. Oleh karena itu, jumlah lovebird yang terdapat dalam kandang besar tersebut antara najntan dan betinna harus sama. Kalau ada sepasang lovebird yang sudah berjodoh, mereka biasanya langsung masuk ke glodok untuk kawin dan bertelur. Anda tinggal memindahkan sepasang lovebird tersebut ke kandang penangkaran.
Cara ini kadang menimbulkan masalah. Ada lovebird yang berjodoh dengan sesama sejenisnya : jantan dengan jantan atau betina dengan betina. Bahkan mereka juga melakukan aktivitas kawin seperti layaknya jantan dengan betina, yaitu menaiki tubuh pasangannya.
Tingkat berahi yang tinggi, ketatnya persaingan, serta stres dapat memicu lovebird untuk melakukan kebiasaan yang tidak wajar. Yang jelas jika ditemukan lovebird yang tampak berjodoh tetapi tidak pernh bertelur selama lebih dari enam bulan maka sepasang lovebird tesebut pantas dicurigai sebagai pasangan sesama jenis.
Selain itu, lovebird adalah burung yang sangat menghargai wilayah kekuasaan. Jika banyak burung dikumpulkan dalam satu kandang sekaligus maka besar kemungkinan lovebird – lovebird tersebut akan saling berkelahi berebut wilayah.
Masa berjodoh dan bertelur adalah masa – masa terpenting dalam beternak lovebird. Maka dari itu, diusahakan lovebird berada dalam kondisi yang sebaik mungkin saat memasuki fase ini. Diusahakan lovebird selalu dalam keadaan tenang, senang, sehat, bersih dan tidak stres. Jika dijumpai ada loebird yang tidak mau berjodoh, cobalah untuk memeriksanya lagi. Gagalnya proses penjodohan lebird biasanya hanya disebabkan oleh tiga hal : umur yang terlalu muda yaitu belum memasuki masa birahi, berjenis kelamin samajodoh dan bertelur adalah masa – masa terpenting dalam beternak lovebird. Maka dari itu, diusahakan lovebird berada dalam kondisi yang sebaik mungkin saat memasuki fase ini. Diusahakan lovebird selalu dalam keadaan tenang, senang, sehat, bersih dan tidak stres. Jika dijumpai ada loebird yang tidak mau berjodoh, cobalah untuk memeriksanya lagi. Gagalnya proses penjodohan lebird biasanya hanya disebabkan oleh tiga hal : umur yang terlalu muda yaitu belum memasuki masa birahi, berjenis kelamin sama, dan kondisi kandang yang tidak nyaman yaitu bising dan banyak gangguan.
Untuk memcacu birahi, beberapa makanan tambahan misalnya kuaci, kecambah kacang hijau, jagung muda dan sawi dapat diberikan jenis makanan ini terbukti berguna untuk meningkatkan kesuburan lovebird.lovebird.
Walaupun sebenarnya banyak pasangan lovebird bisa ditangkarkan secara bersamaan dalam kandang berukuran besar, lovebird tersebut ditempatkan secara per pasangan tetap lebih baik. Satu kandang penangkaran cukup diisi satu pasang lovebird saja. Hal ini dimaksudkan agar memudahkan kita dalam melakukan pengawasan dan melacak garis keturunan. Saat di kandang penangkaran, lovebird bisa diberi pakan jewawut, milet dan jagung muda 1,5 tongkol untuk satu pasang lovebird.
E.        Telur dan Pengeraman
Jika lovebird sudah mulai kawin otomatis mereka akan mencari tempat untuk bertelur. Oleh karena itu, dalam kandang harus disediakan glodog sebagai kotak sarang. Siapkan pula alas pengeraman di dasar glodok tersebut secara insting, biasanya lovebird tetap mencari bahan untuk membuat sarang. Di alam bebas, biasanya mereka mengmpulkan berbagai ranting kecil, tangkai daun, dan sebagainya.
Cobalah untuk menebarkan ranting – ranting kecil, tangkai daunm maupun kulit jagung kering didasar kandang. Diusahakan pula untuk tidak menebarkan bahan – bahan ang masih basah atau segar. Gunakan yang sudah kering saja. Bahan – bahan yang masih segar dapat membusuk di dalam glodok. Hal ini bisa menimbulkan masalah sendiri. Selain itu, jangan gunakan sebagai bahan yangbersifat sintesis seperti serat plastik maupun karet. Bahan – bahan sintesis bisa menjadi racun apabila termakan oleh lovebird. Ummnya lovebird bertelur 4 – 6 butir. Jangan khawatir jika lovebird tidak langsung mengeram. Biasanya burung ini baru akan mengerami telurnya setelah telur ketiga keluar. Pada saat pengeraman, induk lovebird akan sesekali keluar dari glodok untuk makan, mandi, atau Cuma sekadar merentangkan sayap.
F.        Penetesan
Telur – telur lovebird akan menetes setelah dierami selama 21 – 23 hari. Ada yang unik dari lovebird, yaitu proses penetasan telur ini bisa memakan waktu cukup lama, yaitu sekitar 24 jam. Hal ini alami dan jangan khawatir karena pada saat proses penetasan tersebut memang sedang terjadi berbagai penyesuaian di dalam tubuh anak lovebird. Sebaiknya peternak tidak turut campur dalam proses penetasan yang lama ini karena bisa menyebabkan anak lovebird menjadi tumbuh tidak normal maupun cacat. Mungkin pada saat masa pertama keluar tidak semua telur tersebut bisa menetas atau mandul. Hal ini alami dan tidak perlu terlalu mengkhawatirkan hal ini. Biasanya lovebird baru benar – benar produktif setelah masa bertelur yang kedua dan seterusnya.
Mandulnya telur lovebird biasanya disebabkan oleh induk yang terlalu muda, lingkungan yang tidak sehat dan nutrisi yang tidak cukup atau gizi buruk.
Jikau kemandulan terjadi secara terus menerus maka hal ini patut dicurigai. Cobalah untuk membuka cangkang telur yang tidak menetas tersebut dan lihatlah bagaimana perkembangan embrio lovebird. Jika embrio itu ternyata ada tetapi hanya setengah jadi, kemungkinan besar ada yang salah dengan proses pengeraman telurnya. Bisa saja telur tersebut tergelincir keluar sarang sehingga tidak tererami oleh induknya.
Jika embrio tersebut ternyata sudah dalam keadaan jadi, kemungkinan besar kegagalan ini terjadi saat proses penetasan, yaitu cangkang telur yang terlalu keras. Cangkang telur yang terlalu keras dapat menyulitkan anak lovebird saat menetaskan diri. Kerasnya cangkang telur bisa disebabkan oleh kelempaban udara yang terlalu rendah, atau terlalu banyaknya kalsium yang dikonsumsi oleh induk. Kalsium ini bisanya berasal dari tulamng cumi maupun vitamin dan nutrisi yang ditambahkan secara berlebihan saat memberi pakan atau air minum lovebird.
Jika telur tersebut tidak ada embrionya sama sekali maka kemungkinan besar lovebird tersebut adalah pasangan sejenis, yaitu betina – betina atau mandul. Cobalah untukmenukar salah satu lovebird tersebut dengan lovebird yang lain.
Bila dijumpai satu atau dua telur yang tidak menetas, jangan khawatirkan alam hal ini. Secara normal, angka keberhasilan penetasan telur lovebird hanya sekitar 75% selama satu kali fase telur. Telur yang tidak menetas tersebut bisanya adalah telur yang terakhir ke luar. Telur yang keluar dari induk kadang memiliki kualitas dibawah elur yang keluar sebelumnya.
Hindari terlalu sering menyentuh anak – anak lovebird yang baru menetas, tetapi tetap pastikan anak – anak lovebird tersebut dapat hidup dengan baik. Pada hari – hari pertama menetas, mungkin anda akan menjumpai nak – anak lovebird tersebut dalam posisi terlentang. Hal ini alami dan jangan terlalu mengkhawatirkannya.
Sesudah telur – teur menetas, induk lovebird akan menyuapi anak – anaknya secara bergantian. Siapkan pakan induk yang mudah dicerna, seperti sayuran dan buah – buahan. Masa perawatan anak merupakan tekanan luar biasa bagi induk lovebird. Maka dari itu, berikan suasana yang nyaman agar induk tidak stres, seperti menyediakan pakan lebih awal, air yang selalu cukup untuk mandi, dan tidak banyak gangguan di kandang.
Lovebird secara alami sebenarnya adalah orang tua yang baik bagi anak – anaknya. Akan tetapi, kadang kala dijumpai juga bahwa induk lovebird  tidak mau mengasuh, bahkan menyerang anak – anaknya sendiri. Jika terdapat kasus seperti ini, tidak ada cara lain kecuali anak – anak burung itu disuapi sendiri oleh pemiliknya. Siapkan kotak penyuapan sebagai solusi bagi masalah ini.
Anak lovebird harus disuapi setiap dua jam sekali. Makanan yang paling sesuai pada masa tersebut adalah bubur susu untuk bayi. Campurkan bubur susu dengan air matang hangat – hangat kuku, lalu gunakan sendok untuk menyuapi anak burung. Tingkat kekentalan makanan tersebut harus disesuaikan dengan umur burung. Semakin bertambah usianya, semakin kental pula bubur susu yang diberikan. Setelah berumur 3 – 4 minggu, anak – anak lovebird tersebut sudah dapat diberi makanan lain seperti sayuran, buah – buahan dan milet.
Dalam beberapa kasus, sering dijumpai pula anak – anak lovebird mengalami cacat kaki. Anak – anak lovebird mampu berdiri, tidak mencengkeram secara sempurna, miring kesamping, bahkan lumpuh sama sekali. Hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh bahan dasar sarang yang kurang banyak sehingga anak – anak lovebird kurang mendapatkan topangan dan cengkeraman saat berlatih berdiri. Maka dari itu, usahakan dalam glodok tersedia bantalan sarang yang cukup, bisa berupa serutan bambu, ranting – ranting kecil, hingga daun – daun jagung yang kering.
Pada saat berumur 6 – 9 minggu, anak burung mulai keluar dari kotak sarang. Hal ini menandai bajwa anak lovebird tersebut sudah mulai beranjak dewasa. Setelah anak burung sudah mulai mampu makan tanpa disuapi induknya, segera pindahkan mereka kesangkar lain sehingga induk bisa kawin dan bertelur lagi. Memang, lovebird dapat diberdayakan untuk terus menerus melakukan proses reproduksi, tetapi ini tidak baik. Usahakan satu pasang lovebird hanya bertelur sebanyak tiga kali per tahun. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga vasilitas dan kesehatan induknya.
Saat anak – anak lovebird mulai beranjak dewasa adalah saat yang paling tepat untuk membuatnya menjadi jinak. Cobalah untuk sesekali mengelus atau memegang mereka setidak – tidaknya satu kali sehari agar mereka terbiasa dengan manusia. Lovebird yang jarang disentuh pada masa – masa ini cenderung menjadi liar dan merasa tidak aman dengan kehadiran manusia.
G.       Mastering
Mastering adalah proses pelatihan burung agar dapat berkicau dengan indah. Mastering biasanya dilakukan dengan memperdengarkan suara – suara burung lain, bisa burung asli maupun tape atau CD. Suara – suara ini diperdengarkan pada lovebird dengan harapan lovebird dapat menirukannya.
Memang, beberapa orang masih meragukan apakah lovebird bisa dimaster dan apakah lovebird cukup layak disebut sebagai burung berkicau atau tidak. Akan tetapi, kenyataan membuktikan bahwa lovebird adalah salah satu burung yang cukup cerdas. Dibalik kecerewetannya, ternyata lovebird juga mampu menirukan beberapa suara burung lain. Akhir – akhir ini pun telah dilangsungkan berbagai lomba kicau lovebird. Beberapa burung yang bisa dijadikan sebagai master bagi lovebird ialah kenari, blackthroat, dan sanger.
Cobalah untuk memperdengarkan suara – suara burung ini didekat lovebird secara rutin, maka secara insting lovebird akan mengikuti suara – suara burung tersebut.  

5.        MASALAH PEMELIHARAAN
Sekalipun termasuk burung yang memiliki fisik kuat dan mudah beradaptasi lovebird tetap bisa terkena masalah. Baik yang berasal dari faktor – faktor internal maupun faktor – faktor eksternal seperti lingkungan sekitar. Penyakit, predator, dan stres sering menjadi pemicu utama berbagai masalah dalam pemeliharaan lovebird.


A.       Penyakit
Banyak penyakit yang bisa menjangkiti lovebird. Beberapa diantaranya tergolong ringan. Ada juga yang bersifat menular serta mematikan. Beberapa penyakit yang bisa menyerang lovebird antara lain PBFD                  ( Psittacine Beak and Feather Disease ), virus polyama, infeksi bakteri, PDD ( Proventricular Dilatation Disorder ), dan virus avian influenza               ( flu burung ). Lovebird yang sedang dipelihara sebaiknya selalu diperhatikan. Hal ini berguna untuk sedini mungkin mencegah penyebaran penyebaran – penyebaran penyakit ini. Di alam bebas, jika ada lovebird yang lemah dan terlihat sakit akan menjadi sasaran utama bagi predator. Maka dari itu, secara alami lovebird memiliki kemampuan untuk menyembunyikan sakitnya ini agar tidak terlihat oleh mata.
Tak jarang pemilik lovebird menjumpai lovebird piaraannya tiba – tiba mati, padahal tidak terdapat tanda – tanda sakit apa pun pada lovebird. Memang sulit, untuk mendeteksi apakah lovebird sedang sehat atau sakit karena secara alami burung ini memiliki kemampuan untuk menyembunyikan itu. Naun, sebenarnya tetap ada tanda – tanda khusus jika lovebird tersebut sedang menderita sakit. Diantaranya ialah burung tersebut sering diam, tidak tertarik bermain – main dan jarang berkicau. Amati pula kotorannya. Jika kotoran tersebut berwarna tua atau hitam, bisa jadi lovebird tersebut sedang tidak sehat. Amati pula bulu – bulunya, bulu yang rontok dalam jumlah banyak adalah pertanda utama lovebird sedang sakit. Selain itu, hidung yang berair serta ada suara saat bernafas juga bisa menjadi tanda bahwa lovebird sedang sakit.
Jika dijumpai hal – hal tersebut, lebih baik jika lovebird sakit segera dipisahkan dari kelompok atau pasangannya.hal ini dimaksudkan agar lovebird lain tidak tertular oleh penyakitnya. Jika lovebird tersebut adalah salah satu lovebird kesayangan, maka mengkonsultasikan masalah pada dokter hewan adalah jalan yang terbaik. Jangan coba – coba untuk mengobati sendiri jika belum tahu betul penyakit apa yang sedang dideritanya.

B.        Luka
Secara alami, lovebird adalah burung yang cukup agresif. Urusan pasangan dan wilayah merupakan dua hal terpenting bagi burung ini. Maka tidak jarang jika dijumpai lovebird saling berkelahi atau mematuk. Cara yang paling praktis untuk mencegah perkelahian tersebut adalah dengan memisahkan lovebird yang saling berkelahi ke dalam kandang yang berbeda.
Dngan paruh yang cukup tajam, sangat mudah bagi loveird untuk melukai lawan tarungnya. Dan tentu saja bekas patukan ini akan menimbulkan luka. Dalam beberapa kasus, luka dapat tumbuh menjadi masalah yang cukup serius, yaitu terjadi infeksi dan akhirnya akan membunuh lovebird itu. Luka yang menganga akan menarik banyak bakteri dan virus. Ini membahayakan bagi lovebird yang lain.
Jika didapati ovebird terluka, segera pisahkan lovebird tersebut dalam kandang tersendiri. Cara terbaik unuk menyembuhkan luka tersebut adalah dengan obat merah dan obat kompres luka, misalnya Rivanol. Jika punya waktu, konsultasikan masalah luka ini dengan dokter hewan.
C.       Serangan Hewan Lain
Lovebird adalah salah satu burung yang sering menjadi sasaran hewan – hewan pemangsa, seperti kucing, tikus, dan ular. Pastikan kandang loveird tersebut cukup aman dari serangan hewan – hewan tersebut. Diusahakan kandang terbuat dari besi yang tidak mudah dirusak oleh gigi hewann – hewan pemangsa dan pastikabn kandang selalu tertutup.
D.       Keracunan
Lovebird adalah burung pemakan segala. Ia tertarik mencoba makan apa saja yang ada di sekitarnya jika sekiranya dianggap sebagai makanan. Tidak semua buah – buahan sehat unuk lovebird. Biji apel, kopi dan beberapa makanan lain telah terbukti beracun bagi lovebird.
Selain itu, benda – benda asing yan ikut termakan lovebird juga bisa menimbulkan masalah. Biasanya berupa plastik kecil, batu,potongan karet gelang, hingga potongan – potongan kayu. Maka, usahakan agar kandang selalu bersih dari benda – benda tersebut. Perhatian pula wadah pakan serta mainan – mainan yang disediakan untuk lovebird, dipastikan benda – benda tersebut tidak terkoyak oleh patukan lovebird.
E.        Stres
Lovebird memang burung yang cukup kuat, baik secara fisik maupun psikologis. Akan tetapi, bukan berarti burung ini tidak bisa stres. Lingkungan yang terlalu bising, panas, bau – bauan, hingga kesepian yang terus menerus bisa menyebabkan burung ini stres. Akibatnya, bisa ditebak burung akan jatuh sakit lalu mati.
Ada sebuah fenomena unik pada lovebird, yaitu ketika menderita stres yang berlebihan lovebird akan mulai mencabuti bulunya sendiri hingga terluka dan berdarah. Luka – luka ini bisa berubah menjadi infeksi yang pada akhirnya akan membunuh lovebird itu sendiri.
Fenomena ini sering terjadi pada lovebird yang dipelihara tanpa ada pasangan maupun kehadiran loveird lain. Satu – satunya cara untuk mencegah hal ini adalah dengan menambah teman atau pasangan untuk lovebird tersebut.
F.        Masa Mabung
Mabung atau rontok bulu merupakan siklus alamiah pada keluarga burung. Masa ini terjadi saat lovebird berumur 4 – 5 tahun. Pada masa mabung, secara alami lovebird akan meregenerasi bulu dan sistem metabolisme di tubuhnua.
Perawatan burung pada masa mabung sangat penting. Apabila perawatannya salah akan membuat burung menjadi tubuh tidak normal. Proses mabng juga berhubungan dengan hormon reproduksi.
Pada msa mabung ini metabolisme tubuh burung meningkat hampir  40% dari kondisi normal. Oleh karena itu, burung butuh asupan nutrisi yang berkualitas baik, dengan porsi yang lebih besar dari kondisi normal. Hindari mempertemukan lovebird mabung dengan lovebird lainnya karena membuat proses mabung terganggu. Pertemuan dengan lovebird lain dapat menimbulkan kondisi psikis lovebird mabung menjadi tidak stabil. Ketidakstabilan psikis ini akan memicu ketidakseimbangan hormon pada tubuh burung.
Pada saat mabung, isolaikan burung ke kandang tersendiri yang tenang dan jauh dari lalu lalang manusia atau hewan. Beberapa peternak juga memilih untuk menutup kandangnya dengan kain agar lovebird. Tambahkan pula beberapa makanan lain untuk mempercepat pembentukan sel dan bulu – bulu baru. Beberapa makanan yang biasa ditambahkan antara lain biji bunga matahari, kacang hijau, atau fumayin. Tambahkan makanan –makanan ini sebagai pelengkap disamping biji – bijian yang sudah menjadi pakan utamanya.
Jika perlu, peternak juga bisa menambahkan vitamin, tetapi sebaiknya dibaca dulu aturan pakainya. Kelebihan gizi bisa menimbulkan masalah tersendiri bagi loebird.

6.        LOVEBIRD UNTUK PENGHOBI
Lovebird yang dirawat secara baik asti akan mendatangkan berbagai manfaat bagi pemiliknya. Entah manfaat psikologis yang berupa kepuasan batin maupun manfaat – manfaat lain seperti ekonomi.
Lovebird adalah burung yang cukup unik. Selain memiliki warna yang menarik, burung ini juga cukup cerdas . kesetiaan dengan pasangan serta waktu bersenggama yang cukup lama juga menjadi daya tarik tersendiri bagai lovebird ini lambang cinta dan keharmonisan.
Lovebird juga merupakan yang memiliki fisik kuat sehingga sangat mudah dipelihara. Burung ini memiliki kemampuan yang cukup baik untuk beradaptasi dengan lingkungan. Hanya saja, sebagai burung sosial, burung ini tidak baik jika dipelihara satu ekor saja. Lebih baik jika dipelihara secara berpasangan
Pakan yang cukup mudah didapat serta mudah dikembangbiakan sering menjadi alasan utama bagi masyarakat untuk memelihara burung ini. Selain itu lovebird dengan variasi – variasi warna tertentu masih memiliki harga yang tinggi. Nilai ekonomis lovebrd yang tinggi sering memicu masyarakat untuk mengembangbiakan burung ini.
Tetapi sayang, sering dijumpai kualitas lovebird tidak diperhatikan. Sering juga ditemui lovebird dalam keadaan stres maupun tertekan karena kondisi kandang dan pakan yang kurang terjamin. Saat ini, sering terjadi para perternak hanya memenuhi keutuhan fisik lovebird saja, seperti makan dan minum. Kebutuhan psikis lovebird, seperti mainan dan kondisi yang tenang juga kurang diperhatikan.
Kondisi ini sangat berbeda jika lovebird tersebut dipelihara oleh seorang penghobi. Seorang penghobi biasanya akan melakukan berbagai perawatan spesial dan menyeluruh terhadap lovebird. Hanya di tangan seorang penghobi saja lovebird dapat tumbuh menjadi burung yang benar – benar berkualitas dan sehat.
Seperti halnya hewan ini, burung ini juga dapat terluka, jatuh sakit, dan mati. Maka dari iu, tetap diperlukan pengalaman dan pengetahuan agar lovebird dapat hidup dalam jangka waktu lama. Dengan perawatan yang baik, lovebird dapat hidup hingga berumur 15 tahun.
Dengan adanya pemahaman yang benar terhadap lovebird, diharapkan burung ini dapat selalu kelihatan ceria dan mampu memberikan kesenangan dan kebanggaan tersendiri bagi yang memilikinya.



 DI AMBIL DARI:

v  Appleyard, Verra. 2001. The Lovebird Handbook. New York : Barron’s Educational Series Inc.
v  Johnson, Anne. 1998. Lovebird : Bird and Ways. Ezine : Pet Magazine.
v  Gorman, Mary. 2002. Lovebird : Complete Pet Owner’s Manual. New York : Barron’s.
v  Le Breton, Kenny. 1998. Lovebirds : Getting Started. USA : T.F.H. Publictions.
v  M. Vriends, Matthew. 1995. Lovebird : Everything About Housing and Caring. New York : Barron’s Educational Series Inc.
v  Sunanto, Hardi. 2000. Teknik Menangkar Lovebird. Semarang : Dahara Prize.
v  Google.com

4 komentar:

  1. Mau tanya om, biasanya jarak telur pertama dengan kedua berapa hari gan. karena LB saya cuma nelor satu aja gak nambah2.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tergantung Mas Biasanya 1 hari Sekali Kalau Itu Mungkin Karna Faktor embrio yang tidak sempurna

      Hapus
  2. Om saya mau nany?saya Punya love 1 pasang..love saya sudah bertlur..trus love bird saya yg jantan lepas,,apa yg betina bsa ngenkram telurnya dngan baik?..trimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa Mas saya Juga Pernah Ngalamin Cuma Pas Sedudah Telur Menetas 2 Minggu Anakannya mending di ambil aja di hf sendiri kasian indukkannya

      Hapus